Kamis, 27 Desember 2018

Tes MBTI (Sistem Informasi dan Psikologi)

Cara Mudah Melakukan Tes Kepribadian dengan MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)

Tes kepribadian dilakukan untuk mendapatkan gambaran mengenai suatu pribadi secara objektif. Hasil dari gambaran yang objektif tersebut akan mengacu kepada suatu standar sehingga dapat dibandingkan dengan gambaran pribadi yang lain.

1. Definisi dan Sejarah MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)

MBTI (Myers-Briggs Type Indicator) adalah metode tes kepribadian yang sangat populer. MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs bersama putrinya yang bernama Isabel Briggs Myers (nama mereka yang kemudian dipakai untuk sebagai identitas metode tes kepribadian ini) pada era Perang Dunia II untuk membantu para pencari kerja menemukan tipe pekerjaan yang paling cocok untuk mereka.
MBTI ini dibuat berdasarkan teori pemikiran C.G Jung (1921-1971) mengenai persepsi, judgment dan sikap yang digunakan oleh setiap tipe yang berbeda dari individu. Persepsi adalah kemampuan psikologis individu untuk sadar pada hal-hal, orang-orang dan ide-ide. Judgment melibatkan berbagai cara untuk menyimpulkan apa yang telah dipersepsikan individu tersebut. Kalau orang berbeda satu sama lain ketika mempersepsikan sesuatu juga ketika melakukan judgment, maka perbedaan ini juga mempengaruhi minat, ketrampilan, nilai-nilai serta reaksi mereka.

2. Persiapan Tes Kepribadian MBTI

A. Yang harus diingat
Tujuan aplikasi MBTI:
  • Memahami diri sendiri
  • Memahami orang lain
  • Menghargai perbedaan
  • Pengembangan diri
  • Memilih karir
  • Team building
  • Penyelesaian konflik
  • Memperbaiki komunikasi
MBTI tidak mengukur:
  • Gangguan kejiwaan
  • Abnormalitas
  • Emosi
  • Trauma
  • Daya Belajar
  • Tingkat kedewasaan
  • Penyakit
  • Intelegensia
B. Cara melakukan tes
Memilih satu di antara 2 pilihan untuk setiap dimensi. Ada 4 dimensi yang akan dijelaskan.

3. Melakukan Tes Kepribadian MBTI

A. Dimensi Ekstrovert (E) vs. Introvert (I)

Dimensi ini mengacu kepada orientasi energi. Dimensi ini melihat bagaimana seseorang mendapatkan energi mereka, dan bagaimana mereka menyalurkan energi mereka.

Ekstrovert:

  • Mengumpulkan energi dari lingkungan luar diri mereka (orang lain)
  • Menyukai dunia luar, interaksi sosial
  • Bergaul adalah cara terbaik bagi mereka untuk menemukan energi mereka
  • Mereka akan merasakan hidup saat semakin banyak orang yang berada di sekeliling mereka
  • Mereka berorientasi pada action, mereka akan lebih memilih untuk bertindak terlebih dahulu, lalu setelahnya barulah merefleksi apa yang mereka lakukan
Introvert:
  • Mengumpulkan energi dari dalam diri mereka
  • Menyukai dunia dalam, interaksi dengan pikirannya
  • Mereka cenderung lebih senang menyendiri dan merenung, tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang
  • Mereka akan lebih memilih untuk memikirkan apa yang akan mereka lakukan, barulah melakukan hal tersebut

B. Dimensi Sensing (S) vs. Intuition (N)

Dimensi ini mengacu kepada cara mengelola informasi. Dimensi ini melihat bagaimana seseorang memahami dan menilai sebuah informasi baru yang mereka terima.
Sensing:
  • Umumnya sangat realistis
  • Memandang imajinasi sebagai hal yang dramatis
  • Mereka menilai sesuatu berdasarkan fakta yang jelas, realistis, mereka melihat informasi dengan apa adanya
  • Mereka berpedoman pada pengalaman, terbiasa menggunakan metode-metode yang telah terbukti
  • Fokus pada masa kini, sehingga baik dalam perencanaan teknis dan detail yang bersifat aplikatif 
Intuition:
  • Umumnya imajinatif
  • Memproses data dengan melihat pola dan hubungan
  • Biasanya memiliki pemikiran yang abstrak, konseptual, serta melihat berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi
  • Berfokus pada masa depan, sehingga baik dalam menyusun konsep, ide, dan visi jangka panjang.
  • Menyukai inovasi, penuh inspirasi dan ide unik

C. Dimensi Thinking (T) vs. Feeling (F)
Dimensi ini mengacu kepada pengambilan keputusan. Dimensi ini melihat bagaimana seseorang dalam mengambil keputusan.

Thinking:
  • Mereka cenderung menggunakan logika dan kekuatan analisa dalam mengambil keputusan
  • Mengambil keputusan dengan rasional berdasarkan informasi yang diperoleh
  • Mereka cenderung konsisten, lugas, dan objektif, sehingga terkesan kaku dan keras kepala

Feeling:
  • Mereka melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang mereka yakini ketika hendak mengambil keputusan
  • Mereka berorientasi pada hubungan dan subjektif
  • Mereka empatik dan menginginkan harmoni, mereka akomodatif tapi sering terkesan memihak
D. Dimensi Judging (J) vs. Perceiving (P)
Dimensi ini mengacu kepada gaya hidup. Dimensi ini melihat bagaimana seseorang melakukan kegiatan sehari-harinya.

Judging:
  • Lebih sering membuat keputusan daripada mengikuti sebuah keputusan
  • Sosok yang berorientasi pada tugas
  • Sering menyusun daftar tugas yang harus dilakukan
  • Lebih memilih untuk menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu daripada bersenang-senang
  • Merencanakan pekerjaan, agar tak terburu-buru ketika telah mendekati deadline
  • Terkadang ia memiliki terlalu banyak fokus tujuan
Perceiving:
  • Lebih sering mengikuti keputusan daripada membuat sebuah keputusan
  • Bersifat terbuka dalam menanggapi apapun yang terjadi
  • Biasanya bekerja dengan semangat yang meledak-ledak
  • Deadline yang kian mendekat akan merangsang untuk bekerja lebih giat
  • Tidak suka dengan terlalu banyak rencana dan selalu nampak bebas dan santai
  • Lebih menyukai pekerjaan sambil bersenang-senang

4. Tipe Kepribadian MBTI
Jika sudah selesai melakukan tes kepribadian MBTI, kamu akan mendapatkan sebuah tipe kepribadian. Sebuah tipe kepribadian berisi 4 buah huruf yang merupakan perwakilan dari setiap sisi dimensi (E-I, S-N, T-F, J-P). Tipe Kepribadian dapat berupa: ISFJ, ENTP dll. Jumlah keseluruhan tipe kepribadian adalah 16 tipe. Setiap tipe mewakili kepribadian yang berbeda.

5. Aplikasi
Kelompok kami ingin membuat sebuah aplikasi untuk Tes MBTI dengan basis operasi sistem android. Cara menggunakannya cukup mudah. Karena informasi yang di muat cukup lengkap dan variatif. Di muka aplikasi terdapat profil pengguna, sifat pengguna, pilihan berbagai macam tes. Dan juga feed jika pengguna mengundang teman ke dalam aplikasi. Guna dari aplikasi ini adalah sebagai acuan pengguna dalam menentukan cara belajar, cara kerja, atau cara bergaul di lingkungan pengguna

Data yang digunakan adalah pernyataan-pernyataan yang sesuai dengan teori yang sudah ada. Cara Input-nya dengan men-tap 2 diantara pilihan yang tersedia. Ada sekitar 20 sampai 50 pasang pernyataan. Lalu akan di nilai atau di interpretasikan berdasarkan database yang sudah ada. Setelah selesai penilaian, output yang akan ditampilkan adalah hasil dari tes kepribadian MBTI, dan informasi seperti kelebihan, kekurangan, saran karir yang di ambil, kepribadian individu seperti apa yang cocok dengan kepribadian pengguna, dan beberapa tokoh penting dunia yang memiliki kepribadian sama dengan pengguna.

Berikut adalah tampilan dari aplikasi ini:


Minggu, 11 November 2018

Elemen dan Karakteristik

Karakteristik Sistem
Menurut Fatta (2007) untuk memahami atau mengembangkan suatu sistem, maka perlu membedakan unsur-unsur dari sistem yang membentuknya.
Menurut Jogianto (2005), Kambey (2010), dan Hutahaean (2015), sistem itu dikatakan sistem yang baik, jika memiliki karakteristik, berikut adalah karakteristik sistem yang dapat membedakan suatu sistem dengan lainnya:
Komponen
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama mmbentuk satu kesatuan. Komponen sistem terdiri dari komponen yang berupa subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
Batasan sistem (Boundary)
Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem engan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menujukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
Lingkungan luar sistem (environtment)
Lingkungan luar sistem (environtment) adalah diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan  yang harus tetap dijaga dan yang merugikan yang harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan meengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
Penghubung sistem (interface)
Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsitem dengan subsitem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari subsitem ke subsitem lain. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsitem lain melalui penghubung.
Masukan sistem (input)
Masukan adalah energy yang dimasukan ke dalam sistem, yang dapat berupa perawatan (maintenance input), dan masukan sinyal (signal input). Maintenace input adalah energy yang dimasukan agar sistem dapat beroperasi. Signal input adalah energy yang diproses untuk didapatkan keluaran. Contoh dalam sistem computer program adalah maintenance input sedangkan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
Keluaran sistem (output)
Keluaran sistem adalah hasil dari energy yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Contoh komputer menghasilkan panas yang merupakan sisa pembuangan sedangkan informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
Pengolah sistem
Suatu sistem menjadi bagian pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran. Sistem produksi akan akan mengolah bahan baku menjadi bahan jadi, system akutansi akan mengolah data menjadi laporan-laporan keuangan.
Sasaran sistem
Suatu sistem pasti mempunyai  tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

Elemen Sistem
Menurut  Amsyah (2005) modul sistem terdiri dari empat subsistem, yaitu:
Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan). (wikipedia.com)
Pengolahan
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lebih bernilai, misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia, proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa aktivitas pembedahan pasien. (wikipedia.com)
Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan. Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya. (wikipedia.com)
Umpan balik/ kontrol
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan. (wikipedia.com).
Para ahli mempelajari sistem informasi dengan  tujuan ketertarikan terhadap bagaimana pengambilan keputusan manusai mengenal dan menggunakan informasi formal. Dalam hal ini, proses psikologi yang berperan adalah psikologi kognitif, otak merupakan pusat pengolahan informasi. Informasi diperoleh dari pengalaman hidup sehari-hari yang ditangkap oleh penginderaan. Hasil informasi dikirimkan melalui jaringan  saraff tertentu ke susunan saraf pusat di otak. Dalam susunan saraf pusat  ini berbagai informasi diolah dah hasil pengolahan informasi tersebut manghasilkan pemahaman tentang suatu pengalaman.
Model Sistem Informasi Psikologi
Para ahli mempelajari sistem informasi dengan  tujuan ketertarikan terhadap bagaimana pengambilan keputusan manusai mengenal dan menggunakan informasi formal. Dalam hal ini, proses psikologi yang berperan adalah psikologi kognitif, otak merupakan pusat pengolahan informasi. Informasi diperoleh dari pengalaman hidup sehari-hari yang ditangkap oleh penginderaan. Hasil informasi dikirimkan melalui jaringan  saraff tertentu ke susunan saraf pusat di otak. Dalam susunan saraf pusat  ini berbagai informasi diolah dah hasil pengolahan informasi tersebut manghasilkan pemahaman tentang suatu pengalaman.
Penggunaan sistem informasi dalam psikologi dimungkinkan karena banyak hal dalam dunia psikologi yang masih bisa dikelola dengan sentuhan komputerisasi. Misalnya penggunaan tes psikologi secara virtual, penggunaan teknologi eye-tracking dan yang terbaru adalah teknologi virtual reality yang memungkinkan seseorang untuk mengurangi bahkan menyembuhkan gangguan psikologis seperti ADHD, PTSD (Post Traumatic Stress Disorder), dan beragam fobia. Contoh nyatanya adalah banyaknya tes – tes psikologi yang dulu diberikan secara manual sudah bisa dikomputerisasi seperti Papikostik, hal ini merupakan kerjasama antar bidang ilmu computer dan psikologi yang pada akhirnya bermanfaat untuk peningkatan kualitas tes psikologi itu sendiri (Vaniaa, 2012).

Daftar Pustaka
Amsyah, Z. (2005). Manajemen sistem informasi. Jakarta: PT. Gramedia pustaka umum.
Fatta, H. A (2007).  Analisis dan perancangan sistem informasi. Jakarta: Andi Offset.
Hutahaean, J. (2015). Konsep sistem informasi. Yogyakarta: Deepublish Publisher.
Jogianto, H.M (2005). Sistem Teknologi Informasi. Yogyakarta: Andi.
Kambey, D.C (2006). Landasan Teori Administrasi atau Manajemen. Manado: Yayasan Tri Ganesha Nusantara.
Kristanto, Andi (2003). Perancangan sistem dan aplikasinya. Jogjakarya: Gava Media.

Kamis, 04 Oktober 2018

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI - SOFTSKILL

PENGERTIAN SISTEM, INFORMASI DAN PSIKOLOGI


1. Pengertian Sistem
Menurut Fatta (2007), sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variabel-variabel yang saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama lain.

Menurut Eriyanto (2004), sistem adalah suatu kesatuan usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan kompleks.

Menurut Jogiyanto (2005), sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan , berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan, sistem adalah komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi untuk mencapai suatu tujuan.
  

2. Pengertian Informasi
Menurut Chr. Jimmy. L.Gaol (2008) informasi adalah segala sesuatu keterangan yang bermanfaat untuk para pengambil keputusan atau manajer dalam rangka mencapai tujuan organisasi yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Menurut Hendi Haryadi (2009) informasi dapat didefinisikan sebagai hasil pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan kejadian-kejadian yang nya

Menurut Kusrini & Andri Kaniyo (2007) informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi. ta yang digunakan untuk pengambilan keputusan.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan, informasi adalah sekumpulan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna untuk pengambilan keputusan.

3. Pengertian Psikologi
Psikologi menurut Wade & Travis (2007), adalah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku & berbagai proses mental serta bagaimana perilaku & berbagai proses mental itu dipengaruhi oleh kondisi mental organisme & dari lingkungan eksternal.

Menurut Heru Basuki (2008), bahwa psikologi itu adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku, sebagai menifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, & emosional.

Morgan (Dalam Heru basuki 2008), psikologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan binatang serta penerapannya pada permasalahan manusia.

Dari beberapa pengertian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa psikologi itu adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku & proses mentalnya.

4. Pengertian sistem Informasi Psikologi

Menurut Chr. Jimmy L. Gaol (2008) sistem informasi psikologi bertujuan mendapatkan pemahaman bagaimana manusia pembuat keputusan merasa dan menggunakan informasi formal.

Sistem informasi psikologi adalah sebuah sistem yang digunakan untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan psikologi yang dapat bermanfaat bagi penggunanya. Contohnya adalah pengaplikasian SIP dalam kehidupan yaitu penggunaan teknologi dalam pengambilan data tes psikologi, dalam hal ini umumnya komputer (komputerisasi alat tes psikologi).

Sumber:

Andi. Gaol, C.J.L (2008). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Grasindo.

Basuki, A.M.H. (2008). Psikologi Umum. Depok : Universitas Gunadarma.

Carole Wade & Carol Tavris.Psikologi Edisi Kesembilan Jilid 1.2007.Jakarta: Erlangga

Eriyanto. (2004). Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Bogor: Grasindo.

Fatta, H.A. (2007). Analisis & Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi

Gaol, C.J.L (2008). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Grasindo.

Haryadi, H. (2009). Administrasi Perkantoran. Jakarta: Visi Media.

Jogiyanto. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Kusrini & Kaniyo, A. (2007). Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server. Yogyakarta: Penerbit Andi.


Faris Arief Santoso
12515523
4 PA 06 

Selasa, 02 Januari 2018

Eksperimen Pembuktian Teori Kesepakatan Teknik Ingratiation

https://www.youtube.com/watch?v=oL4dCK80-98&feature=youtu.be

hay teman-teman yang setia mantengin postingan demi postingan, sudah cukup lama ga ngshare tulisan-tulisan dan puisi-puisi, kehidupan mahasiswa seperti ngampus, tugas, praktikum, organisasi, belum lagi kalau di paksa buat ikutan nongkrong demi mempererat solidaritas pertemanan yang kadang suka menuntut waktu lebih panjang dan lebih banyak lagi setiap harinya, misalnya saja sehari semalam yang 24 jam menjadi 30 atau 40 jam hehee tapi itu ga mungkin terjadi.

oke pada postingan kali ini saya akan membahas tentang eksperimen yang sudah saya lakukan bersama dengan teman-teman saya di wilayah kampus gunadarma, kenapa memilih di kampus gunadarma? karena saya kuliah di universitas gunadarma juga. oleh sebab itu latar belakang postingan ini menggunakan tempat di gunadarma, target eksperimennya juga masih mahasiswa dan mahasiwi gunadarma.

kelompok eksperimen saya kali ini mencoba untuk membuktikan sebuah teori kesepakatan (ingratiation). teori ini mengatakan bahwa wanita lebih mudah untuk melakukan kesepakatan di banding dengan pria. kenapa kita ingin membuktikan teori ini karena pada dasarnya sebuah teori itu selalu berkembang dan berubah mengikuti perubahan zaman sehingga kita ingin menguji teori ini masih relevan atau tidak di zaman modern seperti sekarang.

sebelumnya saya ingin menjelaskan teknik-teknik untuk melakukan kesepakatan
1. teknik ingratiation
2. teknik foot in the door
3. teknik lowball
4. teknik door in the face
5. teknik that's not all
6. teknik jual mahal
7. teknik deadline
8. teknik pique

nah teknik kesepakatan yang pertama adalah teknik ingratiation. pengertiannya yaitu suatu teknik untuk memperoleh kesepakatan dimana pemohon pertama mengusahakan agar target menyukai mereka, kemudian berusaha untuk mengubah tingkah laku seseorang sesuai dengan yang di inginkannya.

pada kesempatan kali ini kelompok saya mencoba untuk melakukan pembuktian teori ingratiation yang mengatakan bahwa wanita lebih mudah melakukan kesepakatan. disini kita mencoba untuk melakukan kesepakatan dengan orang asing. eksperimen yang kita lakukan ialah mencoba melakukan kesepakatan untuk saling bertukar kontak (line/WA) secara acak. teori ini terbukti kebenarannya yang dilakukan di universitas gunadarma kepada targetnya (mahasiswa & mahasiswi) universitas gunadarma juga bahwa wanita lebih mudah mendapatkan kontak orang asing di banding pria yang memintanya.

agar lebih mudah memahaminya segera cek video eksperimen kita di youtube. linknya sudah tertera di awal dan di akhir postingan ini. selamat menikmati teman-teman semua. sampai jumpa di postingan selanjutnya.


Senin, 02 Januari 2017

Netiquette atau Etika dalam Menggunakan Internet



Netiquette merupakan Etika dalam menggunakan Internet. Internet sebagai sebuah kumpulan komunitas, diperlukan aturan yang akan menjadi acuan orang-orang sebagai pengguna Internet, dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas Internet.

Sebenarnya Nettiquette in adalah hal yang umum dan biasa, sama hal nya dengan aturan-aturan biasa ketika kita memasuki komunitas umum dimana informasi sangat banyak dan terbuka.

Mudahnya Etika dalam menggunakan Internet. Perlu diketahui dalam berinternet yang tentunya diakses kumpulan orang yang saling berinteraksi lewat dunia maya diperlukan aturan yang akan menjadi pedoman, dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas Internet. Sehingga kita dapat memanfaatkan internet secara postif dan benar.
Dalam pelaksanaanya Nettiquete sering dipopulerkan oleh Ahli IT Indonesia bapak Onno W Purbo dan Menkominfo RI dengan slogannya “Internet Sehat” yang salah satu isinya Jika bertemu teman chat sebaiknya di tempat umum, batasi pemberian info pribadi, dan jangan mengakses konten ilegal.
Ada juga lagunya untuk mensosialisasikan program Internet Sehat yaitu “Internet sehat menambah ilmu kita Wawasan luas bermakna Internet sehat semua jadi dekat Menuju keajaiban dunia Gunakan internet untuk kita meraih dunia.”

Beberapa aturan yang ada pada Nettiquete ini adalah:
- Amankan dulu diri anda, maksudnya adalah amankan semua properti anda, mungkin dapat dimulai dari mengamankan komputer anda dengan memasang anti virus atau personal firewall.

- Jangan terlalu mudah percaya dengan Internet, sehingga anda dengan mudah mengupload data pribadi anda. ada baiknya anda harus betul-betul yakin bahwa alamat URL yang anda tuju adalah dijamin keamanannya. dan yang paling utama adalah, hargai pengguna lain di internet.


Contoh kasus
 
 link spam yang sering beredar di facebook. pada saat itu saya sedang browsing internet dan membuka web Facebook. saya sedang chatting bersama teman saya lalu tiba tiba ada yang menge-chat . ia memberikan link dan berisikan pesan "silahkan dibuka.lucu bgt loh" karena waktu itu saya 'newbie' jadi saya meng-klik link itu, dan ternyata isi link itu virus. seketika virus dari link itu masuk ke komputer saya dan langsung menyebar.adapun kasus yang sama , banyak orang-orang yang iseng memberi link yang berisikan pesan yang membuat orang penasaran. tetapi saat dibuka malah berisi situs porno.